Kamis, 25 April 2013

Pulau Ubin, Destinasi Berbeda di Singapura

Sering kali wisatawan asal Indonesia apabila berkunjung ke Singapura, tidak akan melewatkan wisata ke Patung Merlion, Esplanade, Universal Studio, Sentosa Island, Marina Bay atau belanja di Orchard Road. Sebetulnya, banyak sekali destinasi yang cukup menarik di Singapura. Contohnya Pulau Ubin.

Pulau Ubin merupakan salah satu pulau yang ada di Singapura. Terletak di selat Johor sebelah timur dari pelabuhan udara Changi.

Asal-usulnya, menurut legenda Melayu, adalah dahulu kala terdapat tiga binatang yakni katak, babi dan gajah. Mereka saling menantang untuk mencapai pantai di Johor (Malaysia). Namun, ketiga binatang tersebut gagal mencapai pantai Johor. Babi dan gajah menyatu menjadi Pulau Ubin dan katak menjadi Pulau Sekudu.

Ketika zaman kolonialisme Inggris, ditemukan batu granit di pulau Ubin. Seketika Pulau Ubin menjadi pertambangan batu granit. Batu granit ini dijadikan bahan dasar pembuatan lantai/ubin bagi bangunan di Singapura termasuk Johor.

Suasana sederhana di Pulau Ubin.

Kini, sejak sekitar tahun 1970-an, pertambangan batu granit perlahan-lahan mulai ditutup. Tahun 1999 pertambangan di Pulau Ubin resmi ditutup. Banyak penambang batu granit meninggalkan pulau ini menuju Pulau Singapura. Sekarang Pulau Ubin menjadi sepi, tetapi menjadi destinasi yang baik untuk mengeksplorasi bagian lain dari Singapura yang selama ini kita kenal. Kelebihan lain dengan ditutupnya pertambangan ini adalah banyak burung maupun hewan lain yang kembali ke pulau ini. Vegetasinya pun juga terjaga.

Banyak penduduk Singapura mengunjungi pulau ini sekedar untuk melepaskan kepenatan ataupun untuk berolahraga sepeda.

Ada beberapa cara untuk mencapai pulau Ubin ini. Bisa menggunakan taksi, tapi akan mahal harganya. Atau bisa juga dengan menggunakan MRT, turun di stasiun Tanah Merah dan lanjut dengan menggunakan bis SBS Transit No. 2 menuju Changi Village Terminal. Turun di Changi Village Terminal, lalu langsung menuju Changi Point Ferry Terminal. Arah petunjuknya sangat mudah. Langsung turun tangga menuju ke dermaga. Ada dua arah yang satu menuju ke perahu pulau Ubin atau ke pulau Pengerang. Khusus ke pulau Pengerang, harus membawa paspor, karena pulau ini termasuk wilayah Malaysia.

Dek di Pantai Pulau Ubin.

Perahu (disebut juga bumboat) yang menuju ke pulau Ubin akan menunggu sampai penuh yakni 12 penumpang. Biayanya hanya S$2.50 per orang. Bila tidak sabar menunggu, bisa membayar Sing S$30 untuk langsung jalan. Uniknya, pembayaran ditarik saat di perahu, jadi tidak perlu mengantri membeli tiket.

Perjalanan sendiri akan memakan waktu sekitar 10-15 menit. Begitu sampai dermaga Pulau Ubin, kita akan disambut dengan air yang bening. Tidak berasa di Singapura, meski di kejauhan kelihatan pesawat yang akan mendarat maupun yang terbang, plus gedung-gedung apartemen.

Di dermaga Pulau Ubin banyak sepeda ataupun sepeda motor di sepanjang jalan menuju pulau. Kendaraan-kendaraan ini milik penghuni Pulau Ubin yang mungkin sedang sekolah di pulau utama di Singapura atau ada keperluan. Pulau Ubin tidak memiliki sekolah ataupun toko besar yang menjual keperluan sehari-hari.

Kapal penyeberangan ke Pulau Ubin.

Tidak jauh dari dermaga kita akan bertemu kantor polisi Pulau Ubin, pusat informasi turis, “ojek” mobil van yang bisa disewa buat keliling pulau plus tempat sewa sepeda. Sepeda disewa dengan harga S$2–S$20. Kondisi sepeda harus diperiksa dan dicoba sebentar. Jangan sampai menyesal karena rusak atau tidak nyaman, karena pulau Ubin lumayan luas dan ada beberapa jalan yang masih tanah dan becek. Tidak disangka, sepeda gunung yang saya sewa seharga S$10 ternyata bermerek Polygon yang notabene produksi Indonesia. Bangga dengan buatan negara sendiri!

Ternyata, banyak juga orang lokal yang mengunjungi pulau Ubin, baik dari anak-anak sekolah maupun orang umum. Yang memilih berjalan kaki untuk mengelilingi pulau, lumayan juga, mungkin sekalian buat jalan sehat.
Karena ingin menjelajah Pulau Ubin sendirian, aku tidak melihat peta yang terpampang di pinggir jalan, hanya ingin mengikuti kata hati dan alur jalan yang ada di Pulau Ubin. Banyak hal yang bisa dilihat di pulau ini, seperti quarryatau ceruk bekas tempat pertambangan granit, kuburan muslim, kuil Fo Shan Ting Da Bao Gong, maupun Chek Jawa.

Quarry yang ditinggalkan.

Banyak tanda peringatan di pulau ini untuk kenyamanan maupun keamanan pengunjung, seperti peringatan tertimpa buah yang jatuh, harus menuntun sepeda, tidak boleh berenang di quarry ataupun jalanan yang licin. Keselamatan menjadi yang pertama.

Pulau ini sekarang memiliki hotel yang lokasinya dekat kantor polisi tadi. Untuk yang mau berkemah, harus membawa tenda sendiri dan melaporkan diri, di mana akan berkemah, agar kalau terjadi sesuatu akan diketahui rimbanya.

Ada juga daerah yang memang dilarang untuk dimasuki, kebetulan di bagian sisi timur pulau, ada National Police Cadet Corps (NPCC), yang merupakan sekolah untuk menjadi polisi. Kalau untuk sekedar melewati sah-sah saja, asal jangan memasuki.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah adanya kuburan muslim. Ada dua letak kuburannya, namun kuburan lebih kelihatan seperti hutan, karena kuburannya tidak banyak dan juga tanda nisannya mirip nisan yang ada di kuburan kuno di Pulau Jawa atau kuburan di Jl. Kubor di dekat Kampong Arab (dekat Bugis) di pulau utama Singapura.

Sewaktu memasuki daerah Chek Jawa, di pos penjagaan, tidak ada orang yang menjaga. Ketika itu saya ingin sekali naik ke menara ataupun jalan di dermaga yang ada di Chek Jawa Wetland. Kita tidak diperbolehkan memasuki Chek Jawa Wetland tanpa adanya petugas yang menemani. Karena lama menunggu, saya putuskan untuk bersepeda lagi menuju bukit yang ada di pulau ini.

Ada sekitar lima quarry yang ada di pulau ini, seperti Ketam Quarry atau Ubin Quarry. Semuanya diberi pagar pelindung, supaya pengunjung tidak langsung berenang. Tidak ada penjaga yang mengawasi!

Bagi yang suka bersepeda gunung, jogging ataupun berolahraga yang lain, pulau ini menawarkan sesuatu yang menarik. Dengan udara yang sangat segar, tentunya tempat ini sangat cocok sebagai tempat beraktivitas, sambil melihat “desa” asli Singapura. Sepi dan tenang. Rumah penduduk tidak banyak dan jarang terlihat orang berlalu-lalang.

Sayang sekali, waktu saya berkunjung, belum waktunya buah durian berbuah. Tempat ini terkenal dengan buah duriannya.

Tidak terasa, sudah lebih dari tiga jam saya bersepeda mengelilingi pulau ini. Waktunya untuk meninggalkan Pulau Ubin. Saya ,enunggu isi penumpang perahu sampai 12 orang untuk kembali ke Changi Point Ferry Terminal.

Tidak ada salahnya untuk mengunjungi pulau Ubin sebagai liburan alternatif di Singapura, mencari sisi lain dari Singapura untuk mendapatkan keaslian kehidupan di Pulau Ubin.

Sumber: http://ranselkecil.com

Rabu, 24 April 2013

Pantai Ya Nui-Thailand


Pantai yang termasuk dalam jajaran pantai populer di Phuket ini, menebarkan kenyamanan pada bulan November hingga April, dimana airnya tampak seperti kristal dan arusnya cenderung tenang. Arus yang sedikit lebih deras akan bisa dirasakan mulai bulan Mei hingga Oktober. Penbgunjung tidak perlu kecewa, sebab meskipun arusnya deras tapi tetap dapat digunakan untuk berenang.
Alam sekitarnya sangat indah karena dari pantai ini, pengunjung dapat melihat view point Windmill dan Prom Thep. Sangat indah, karena dari pantai ini akan tampak kincir angin yang meghiasi bukit di belakangnya.
Banyak orang datang kesini dan tak ingin melewatkan acara snorkeling atau menaiki kayak. Banyak yang menyewakan peralatan snorkeling dan kayak lengkap disini. Bahkan, bagi mereka yang gemar body boarding bisa juga dilakukan disini. Hanya saja, diujung selatan areanya agak berbatu.

700 meter dari arah pantai, terdapat sebuah pulau yang dinamai Koh Keyao Noi atau pulau hijau kecil. Dengan kapal, pengunjung akan bisa mencapai pulau ini, mengeksplor batu karang, bahkan mengunjungi pantai Nai Harn di sebelahnya.

Menjelajahi Eksotisme Thailand





VIVAlife - Negeri eksotis yang dijuluki negeri gajah putih ini memiliki kondisi alam khas negara tropis dengan pantai yang bersih dan hutan yang hijau. Negara yang dulu bernama Muangthai ini setiap tahunnya tak pernah sepi pengunjung.

Dalam setahun kira-kira ada sekitar 15 juta wisatawan asing yang berwisata ke sana. Thailand juga banyak menawarkan wisata alam meliputi pantai, gunung, danau dan sungai. Mari kita tengok objek pariwisata unggulan di Thailand.

Sampran Elephant Park

Gajah merupakan simbol negara Thailand. Gajah merupakan hewan suci yang dilestarikan keberadaannya. Jika Anda tertarik menengok sekolah gajah, datanglah ke Sampran Elephant Park. Di sana Anda disuguhi pertunjukan gajah dengan tiket yang terjangkau oleh wisatawan. Anda juga bisa menunggang gajah berkeliling dan menikmati suasana alam Thailand. 

Phuket

Phuket adalah sebuah pulau dan juga sebuah provinsi (changwat) Thailand. Pulau ini dilayani oleh Bandara Internasional Phuket, yang terletak di bagian utara pulau. Pulau wisata yang terkenal akan pantainya yang indah ini mengalami kerusakan parah setelah dilanda bencana tsunami pada akhir tahun 2004.
Phuket terkenal akan pantai yang bagus dan memiliki beberapa tempat wisata yang bersejarah serta menarik seperti Wat Chalong, Big Buddha, Prompthep Cape, dan sebagainya.

Phi Phi Island

Berada di kepulauan Indochina, pulau phi phi dapat dijangkau dengan naik perahu terlebih dahulu dari dermaga kapal yang bernama Rassada Harbour.
Peta Phi-Phi Island dapat ditemukan di berbagai tempat informasi turisme di dermaga. Di pulau ini, air lautnya sangat bersih dan terlihat dari atas banyak ikan berenang.
Tur Phiphi island menghabiskan biaya 1200 Bath/orang sudah termasuk transportasi dari hotel ke pelabuhan, snorkel equipment, makan siang, dan snack.
Phiphi Island Tour adalah salah satu dari wisata laut yang paling terkenal di phuket, rasanya kurang lengkap jika ke phuket tetapi tidak ikut tour ini. Tour ini meliputi beberapa tempat yaitu phiphi don, monkey cave, viking cave, dan beberapa pulau kecil lainnya.
Selain phi phi island, masih ada beberapa pantai yang bagus untuk dikunjungi, yaitu Patong beach, pantai yang paling ramai dikunjungi turis dan kehidupan malamnya. Di phiphi, Anda dapat berenang dan snorkeling di Maya Bay.

Maya Bay - Surga Tersembunyi

Pantai indah ini mulai terkenal dan dikunjungi berbagai wisatawan dari seluruh dunia sejak menjadi lokasi pengambilan film The Beach yang dibintangi artis Hollywood, Leonardo Decaprio. Pantai ini disebut-sebut sebagai pantai yang terbaik di dunia.
Maya Bay terletak di wilayah Koh Phi Phi dan bisa dicapai lewat Phuket atau Krabi. Setiap harinya, pasti ada saja rombongan turis yang ingin menikmati keindahan Maya Bay.


Biaya sekali makan minimal 30B
Taksi kisaran 400B – 1000B
Tiket Air Asia Phuket – Jakarta Rp. 750.000
Hotel Naiya Buree Resort Rp. 200.000/malam
Hotel Marine Inn Rp. 200.000/ malam





Sumber : Viva news

Wisata Pantai Puckhet Thailand



Bukan hanya Indonesia yang kaya akan Wisata Pantai Indah nya, ternyata Thailand sebagai negeri 'Gajah Putih' ini juga memiliki banyak pantai Indah, termasuk Wisata Pantai Puckhet Thailand yang hampir tiap tahun nya selalu ramai akan pengunjung. Pantai-pantai ini memang memiliki keindahan dan ketertarikan tersendiri, terutama dari segi pantai nya yang biru dan jernih, juga pasir berwarna putih yang membuat para wisatawan tertarik untuk mengunjungi surga 'eksotis' yang terletak di kota Puckhet yang merupakan kota sebelah Selatan Thailand.



Nah, jika anda ingin mengunjungi pantai ini, anda bisa memulai dengan menaiki pesawat dari jakarta menuju Puckhet, dan menurut pengalaman para wisatawan lainnya, perjalanan dari Jakarta Menuju Puckhet akan menghabiskan waktu 3,5 jam, jadi anda bisa bersiap-siap lebih awal. Dan sebelumnya, anda harus terlebih dahulu memesan hotel, agar sesampai nya di Kota Puckhet anda bisa langsung menuju hotel terlebih dahulu untuk beristirahat, karena tentu melelahkan sekali berada di dalam pesawat selama 3,5 jam.

Ada banyak hotel yang letaknya dekat dengan pantai Puckhet ini, namun yang paling populer dan sering di inapi oleh wisatawan Indonesia adalah Hotel-hotel yang berada di patong. Nah, jika anda sudah memesan hotel terlebih dahulu, anda bisa langsung menaiki Mini Bus Travel yang ada di bandara Puckhet, dan dari Bandara menuju Patong akan menghabiskan waktu selama satu jam lama nya dan hanya membayar sebesar 150 Baht saja. Sesampainya di Hotel, istirahat lah terlebih dahulu, karena hari esok anda akan disambut oleh Wisata Pantai Puckhet Thailandyang begitu menggoda.

Daerah patong adalah termasuk daerah yang mudah untuk dijelajahi, anda akan cepat mengingat daerah ini, dan untuk menjelajahinya, anda disarankan menyewa motor dengan harga 200 baht saja per 24 jam nya, dengan motor, anda bisa mengelilingi daerah Patong yang letaknya juga sangat strategis, yaitu dekat dengan pantai pantai indah di Puckhet sana. Salah satu pantai terkenal di daerah ini adalah Pantai Kata dan Pantai Kemala.

Pantai Kata atau Kata Beach terkenal dengan suasana yang sepi, damai dan laut yang jernih, selain itu disini juga terdapat tempat penyewaan payung yang bisa anda bayar dengan harga 100 baht untuk pemakaian sepuasnya, kemudian di Kata Beach ini juga ada kuliner yang mantap. Nah, sedangkan Wisata Pantai Puckhet Thailand lainnya adalah Pantai Kemala yang terkenal dengan Sunset dan Bar pinggir pantai. Bagaimana ? Tertarik kah anda ?

Sumber: http://manjemama.blogspot.com

Minggu, 07 April 2013

Pulau Sipadan Andalan Wisata Malaysia

foto: google.com

MALAYSIA adalah sebuah negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian dan tiga wilayah persekutuan di Asia Tenggara dengan luas 329.847 km persegi.


Ibu kotanya adalah Kuala Lumpur, sedangkan Putrajaya menjadi pusat pemerintahan persekutuan. Jumlah penduduk negara ini melebihi 27 juta jiwa. 

Negara ini dipisahkan ke dalam dua kawasan, Malaysia Barat dan Malaysia Timur, oleh Kepulauan Natuna, wilayah Indonesia di Laut China Selatan. 
Selain itu negara ini juga memiliki lokasi Petualangan Mengagumkan untuk anda rasakan. Seperti di Semenanjungnya adalah tempat berdiri kota modern Kuala Lumpur, dengan pinggiran kotanya yang ramai, sementara Borneo terkenal dengan pemandangan alam, satwa liar, lokasi menyelam yang eksotis, dan keragaman budayanya. Dari hutan hujan tropis yang masih asli dan taman nasional sampai daerah pegunungan, dan masih banyak lagi tempat untuk dijelajahi di tempat berkumpulnya budaya dunia. Bahkan, Pulau Sipada yang sempat menjadi sengketa dengan Pemerintah Indonesia, masuk dalam satu rekomendasi wisata di Negara Jiran tersebut.  

Berikut adalah beberapa lokasi petualangan di Malaysia untuk para pecinta alam dan tantangan. Seperti dikutip dari unearthingasia.com, Senin (5/12/2011).

Gunung Kinabalu

Bagi Anda yang merasa tidak memiliki kemampuan fisik untuk menaiki salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara, sekarang saatnya untuk memasukkan Gunung Kinabalu kembali ke daftar kunjungan. Sekarang terdapat jalur sepanjang 1,2 km Via Ferrata di Gunung Kinabalu, yang memiliki kesulitan beragam untuk semua pendaki, dari pemula sampai yang berpengalaman.

Gunung Torq Via Ferrata, pada dasarnya adalah sebuah jalur pendakian yang terdiri dari anak tangga, rel, dan tali yang terbuat dari baja yang dipasang pada permukaan batu. Dengan ini para pendaki dapat menggunakan jalur yang tadinya hanya dapat digunakan oleh para pendaki berpengalaman.

Via Ferrata dimulai dari ketinggian 3.411 m dan membawa Anda naik sampai ketinggian 3.776 m, membuatnya menjadi jalur besi terpanjang di dunia. Bagi yang mencari pengalaman penuh adrenalin, Anda dapat memilih jalur pendakian selama empat jam yang cukup menantang ke Low Peak, puncak tertinggi Gunung Kinabalu pada ketinggian 4.095 m, yang menyajikan pemandangan mempesona dan dataran tinggi tersembunyi, juga perjalanan menyeberangi jembatan gantung sepanjang 22 m di ketinggian 3.600 m di atas permukaan laut!

Klias Wetlands

Terletak di 120 km sebelah selatan Kota Kinabalu, Klias Wetlands adalah surganya keindahan alam. Dengan hutan bakaunya yang lebat dan menjadi rumah bagi beragam spesies burung, reptil, mamalia, dan serangga, lahan basah tersebut merupakan tujuan wajib bagi para pecinta alam dan satwa. Sebuah sungai yang dalam terbentang di tengah-tengahnya, dan cara terbaik menjelajahi Klias Wetlands adalah dengan menyelusuri sungai dengan pemandu.

Pastikan Anda memiliki pemandu berpengalaman yang dapat menjelaskan keragaman satwa di sana, termasuk jenis kera ekor panjang dan kera berhidung besar yang langka, juga beragam satwa yang terancam punah. Pada malam hari, hutan tersebut dipenuhi nyanyian para hewan malam dan serangga, tetapi pertunjukan utamanya adalah ribuan kunang-kunang yang menyinari sungai, benar-benar pengalaman sekali seumur hidup.

Redang Marine Park

Terletak di 45 km lepas pantai Kuala Terengganu di Laut China Selatan, Redang Marine Park adalah sebuah lokasi penyelaman kelas dunia yang akan memenuhi hasrat para penyelam. Dengan air biru jernih dan ribuan biota laut, lokasi ini terkenal di antara para penyelam baik pemula maupun berpengalaman. Marine park (taman laut) tersebut mencakup sembilan pulau di Kepulauan Redang, tetapi yang paling terkenal adalah Pulau Redang dan Pulau Perhentian. Kebalikan dari tema untuk para backpacker di Pulau Perhentian, Redang memiliki gambaran lebih berkelas, dengan dilengkapi lebih dari setengah lusin resort. 

Snorkeling dan menyelam adalah aktivitas yang paling populer di sini, dan begitu juga dengan gugusan karangnya yang menakjubkan.

Redang adalah tempat yang terkenal untuk para penyelam pemula untuk berlatih, tetapi beberapa lokasi yang lebih jauh memiliki arus kuat dan lebih cocok untuk penyelam berpengalaman. Redang juga memiliki dua lokasi kapal karam bersejarah, yang tenggelam pada awal Perang Dunia II.

Labuan Island

Labuan adalah sekumpulan satu pulau besar dan enam pulau lebih kecil di Sabah, Malaysia Timur. Perairan di sekitar tujuh pulau tersebut merupakan surganya gugusan karang dan lokasi memancing, yang membuat lokasi ini menarik untuk para penyelam dan pecinta laut. Selain pemandangan bawah laut yang menakjubkan dan beragam kehidupan laut, Labuan juga tempat bagi empat lokasi kapal karam, termasuk dari zaman Perang Dunia II. Keempat lokasi tersebut di sebut Australian Wreck, American Wreck, Blue Water Wreck, dan Cement Wreck, merupakan beberapa lokasi penyelaman kapal karam terbaik di Asia sampai ke lambung kapal. Sekolah menyelam lokal menyediakan beragam pelatihan penyelaman kapal karam dasar sampai ke PADI Wreck Diver Specialty dan TDI Advanced Wreck Diving.

Para penyelam, pastikan Anda juga mengunjungi negara tetangga, Indonesia, untuk beberapa lokasi penyelaman terbaik di wilayah tersebut.

Pulau Sipadan

Pulau Sipadan mengklaim menjadi lokasi penyelaman terbaik di dunia. Di luar klaim besar tersebut, lokasi penyelaman di sini memang berkelas dunia, dengan lebih dari 3.000 spesies ikan dan ratusan spesies karang yang tercatat. Pada tahun 2002, resort di pulau tersebut telah ditutup untuk melindungi lingkungan, jadi pengunjung harus menginap di pulau sekitarnya, seperti Mabul atau Semporna, dan menaiki perahu ke Sipadan untuk menyelam. Karena sekarang Sipadan adalah pulau yang dilindungi, hanya 120 penyelam boleh menyelam per harinya, jadi sebaiknya Anda menyelam secepat mungkin agar bisa masuk daftar.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan operator penyelaman soal kelengkapan izin, karena beberapa perusahaan ditemukan melakukan penyelaman tanpa izin. Sipadan dikelilingi banyak penghuni karang, dengan penyu dan hiu sirip putih yang kerap muncul di tiap penyelaman pada kedalaman 10-30 meter dan lebih.

Taman Nasional Kota Kinabalu

Situs Warisan Dunia yang diakui UNESCO pertama di Malaysia, Taman Nasional Kota Kinabalu, menjadi salah satu tujuan turis di Malaysia. Didirikan pada tahun 1964, taman nasional ini merupakan rumah bagi flora dan fauna yang tersebar di lebih dari empat zona iklim, menjadikannya salah satu situs biologis terpenting di dunia. Selain dari beragam tanaman pemakan daging, taman tersebut juga menaungi banyak spesies terancam punah, termasuk lintah merah raksasa Kinabalu, dan cacing tanah raksasa.

Taman nasional tersebut terletak di pantai sebelah barat Sabah, dan memiliki luas 754 km persegi mengelilingi Gunung Kinabalu. Kantor pusat taman tersebut merupakan tempat masuk utama untuk kebanyakan pengunjung, mudah dicapai dari Sabah via jalan raya serta jalan perdesaan. Para petualang yang santai mungkin akan lebih menikmati menjelajahi taman dengan berjalan kaki. Akomodasi tersedia di taman dekat kantor pusat.

Taman Nasional Gunung Mulu

Tujuan wajib untuk para petualang pemberani, Taman Nasional Gunung Mulu adalah tempat Anda menemukan jaringan gua batu kapur terpanjang di dunia, tersembunyi di bawah hutan di lereng gunung. Lubang Nasib Bagus (Gua Keberuntungan) adalah salah satu gua terbesar di sini, memiliki rongga bawah tanah terbesar di dunia yang dikenal dengan nama Sarawak Chamber dan juga Deer Cave (Gua Kijang), lorong gua terbesar di dunia. Sementara itu, Clearwater Cave, memiliki sistem sungai ekstensif dan mengalir sepanjang 30 mil di bawah tanah.

Bagi Anda yang lebih menyukai aktivitas di atas permukaan tanah, dapat menjajal stamina dengan menaklukan Pinnacles, gunung dari batu kapur. Para pendaki membutuhkan stamina dan beberapa hari pendakian untuk mencapai puncaknya.

Taman Nasional Taman Negara

Taman Nasional Taman negara adalah taman terluas di Malaysia yang mencakup daerah Pahang, Kelantan, dan Terengganu. Taman tersebut merupakan rumah bagi salah satu hutan hujan tropis tertua di dunia yang memiliki ekosistem sangat beragam.

Banyak yang dapat dikerjakan dan dilihat di taman ini, dari arung jeram, sampai mendaki di beberapa jalur pendakian sambil merasakan kehidupan hutan. Jalur Teresek akan membawa Anda ke jalur kanopi Taman Negara yang terkenal di dunia, sepanjang 510 m dan tergantung di ketinggian 45 m di atas permukaan tanah. Pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari atas hutan. Coba temukan pohon Mengkudur raksasa, atau beragam satwa seperti gajah, babi hutan, dan kera.

Sumber: http://travel.okezone.com

Pulau Pangkor di Perak- Malaysia


Pangkor Island merupakan kawasan wisata alam yang berjarak sekitar 90 km dari Ipoh. Kawasan wisata yang sangat indah ini memang tidak seterkenal pulau-pulau lainnya di Malaysia namun Pangkor Island ini memiliki kecantikannya tersendiri yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata. Pulau ini sangat mudah ditemukan karena luasnya tidak terlalu besar.


Disini ada dua pantai paling menawan dan indah yakni Pantai Nipah dan Pantai Coral. Untuk Pantai Nipahnya memang sudah cukup terkenal dikalangan wisatawan asing karena memang pantai ini memiliki keindahan dan kecantikan yang mumpuni. Hal yang paling menarik dilakukan disini ialah snorkeling karena di bawah airnya memiliki keindahan karang yang diatas rata-rata.
Ratusan ikan-ikan cantik sangat sayang untuk Anda lewatkan. Dibawah airnya banyak terdapat spot snorkeling yang menarik dikunjungi. Fauna laut yang bisa dijumpai disini seperti hiu macan, penyu, bahkan kuda laut. Bagi Anda yang masih awam di dunia snorkeling maka bisa menyewa tour guide. Aktifitas lain yang tak kalah menariknya ialah trekking. Untuk menjelajahi keseluruhan Pangkor Island ini maka Anda akan menghabiskan waktu sekitar 4 jam-an. Lagi-lagi supaya perjalanan trekking Anda mengesankan dan bisa bertanya ini-itu sebaiknya ditemani oleh seorang pemandu wisata jempolan.
Disini juga—dan yang menjadi daya tarik—ialah keberadaan jembatan gantung yang disinyalir sudah berusia tua. Tingginya sangat menjulang dan bisa mencapai ratusan meter. Ketika berdiri diatas jembatan gantung ini maka seluruh keindahan alam di kawasan tersebut dapat terlihat dengan jelas. Meskipun sudah berumur namun kekuatannya masih kokoh. Disini juga Anda dapat menemukan sebuah museum yang disebut Maritime Museum of KD Rahmat yang merupakan museum didalam kapal. Museum ini sekilas mirip Monkasel Surabaya di Indonesia. Isinya ialah segala hal yang berkaitan dengan kapal perang.

Sumber: http://malaysia.panduanwisata.com


Pesona Kingkong di Pulau Mursala


(Foto: wisatanesia)
(Foto: wisatanesia)

TITI Sjuman bersiap syuting film di Pulau Mursala, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pada 2005, tempat ini juga menjadi lokasi syuting film Hollywood "Kingkong". Lantas, apa istimewanya Pulau Mursala?

Keindahan alam Indonesia menarik hati para pembuat film Hollywood untuk menggunakannya sebagai lokasi syuting, salah satunya film King Kong (2005). Film ini mengambil lokasi di Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, yang menggambarkan pulau ini sebagai tempat mengerikan yang penuh hewan-hewan purba.

Obyek wisata Pulau Mursala termasuk wilayah Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Luas Pulau Mursala sekira 8.000 hektare, merupakan daerah perbukitan yang indah.

Di pulau ini terdapat beberapa aliran sungai berbatu dengan arus cukup deras yang mengalir membelah Pulau Mursala. Perairan Pulau Mursala memiliki banyak keindahan terumbu karang di bawah laut sehingga dijadikan konservasi terumbu karang.

Taman terumbu karang di Pulau Mursala sendiri sudah menjadi salah satu target tempat konservasi terumbu karang yang dilakukan COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program), yakni sebuah lembaga yang dinaungi oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan) dan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menjaga kelestarian terumbu karang. Demikian seperti dikutip Wisatanesia, Senin (6/2/2012).

Di sekitar Pulau Mursala, terdapat beberapa pulau kecil yang mengitarinya, seperti Pulau Silabu-labu Nagodang, Pulau Kalimantung Namenek, Pulau Jambe, dan Pulau Puti, semua kekhasan tersendiri yang menambah keindahan wisata bahari Pulau Mursala.

Keunikan lain Pulau Mursala adalah tersedianya objek wisata air terjun dengan ketinggian lebih kurang 35 meter yang langsung jatuh dari tebing pulau ke permukaan laut. Air terjun ini berada pada bagian pulau yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.

Air mengalir pada batuan granit kemerah-merahan di tebing pulau, lalu tercurah dalam volume yang besar ke permukaan laut dengan bunyi berdebum-debum. Volume air terjun akan lebih besar lagi pada musim penghujan. Untuk Anda yang hanya ingin merekam keindahan air terjun itu, Anda bisa menyaksikannya dengan menyewa kapal.

Gaung Pulau Mursala memang belum banyak didengar orang, sebab di pulau ini belum ada cottage yang bisa dijadikan tempat menginap, juga hanya ada sekira 60 kepala keluarga yang menetap di pulau ini. Namun, bisa jadi privasi Pulau Mursala yang sangat terjaga ini daya tariknya di mata sutradara film Hollywood.

Letak Pulau Mursala hanya memakan waktu perjalanan dua jam dengan perahu, yang kemudian bisa mengantar Anda dari dermaga yang ada di pesisir Kabupaten Pandan, Sibolga. Harga sewa perahu kurang lebih Rp1,3 juta. Beberapa ratus meter menuju pesisir Pantai Mursala, Anda sudah disuguhi pemandangan bawah laut yang cukup memesona.

Tak mengherankan bila sineas Hollywood mengincar Pulau Mursala yang memesona sebagai salah satu latar dalam cerita filmnya. Dan ternyata, masih banyak pesona Indonesia lainnya yang menarik hati para sineas Hollywood.

Sumber: http://travel.okezone.com